Ketika Dongeng Dikalahkan dengan Gadget

Saat ini kejahatan dan turunnya moral masyarakat intensitasnya semakin meningkat. Dalam sisi birokrasi, banyak pejabat yang tersangkut kasus KKN dan kode etik jabatan. Terakhir, tersebarnya video mesum di kalangan siswa baik SMA maupun SMP. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Hal ini terjadi karena pendidikan moral antar generasi yang kurang tepat. Padahal, moral dalam masyarakat sendiri penting sebagai kontrol sosial sehingga tercipta keselarasan antar anggota masyarakat. Dalam mengajarkan moral perlu cara efektif supaya dapat menjadi kontrol sosial yang kuat salah satunya adalah dongeng pada anak-anak usia dini. Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Kegiatan membaca atau mendengarkan dongeng biasanya dilakukan oleh orangtua untuk anaknya yang akan tidur di malam hari. Namun, kebiasaan ini perlahan mulai terlupakan. Sudah sangat sedikit orangtua yang bersedia membacakan dongeng untuk anaknya. Hal ini jelas berdampak pada keengganan sang anak untuk mendengarkan ataupun membaca dongeng. Anak akan menjadi lebih suka bermain games online ataupun gadget yang memang sengaja dikenalkan orangtuanya. Apalagi selama ini yang sering saya lihat adalah: asalkan anaknya diam, anteng mantengin gadget, orangtua bisa tenang melakukan aktifitas lainnya

IMG_9507

Bercerita di Sekolah Alam Ar Rayyan untuk anak-anak usia dini

Seorang teman saya, Deni Andian yang akrab dipanggil Ines, beliau ini adalah pendiri Rumah Dongeng Annisa di kota Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau mengatakan, “Rumah Dongeng Annisa untuk sementara baru buka sabtu-minggu sore. Ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap anak-anak sekarang yang lebih suka main gadget dan ortu tidak punya banyak waktu mendongeng buat anaknya. Padahal, mendongeng adalah salah satu media yang jitu untuk menanamkan karakter dan pesan moral terhadap anak.”

Dongeng adalah salah satu warisan budaya Indonesia sejak zaman dulu disalurkan antar generasi. Di dalam dongeng terdapat moral dan nilai bangsa yang sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia. Jadi dongeng sendiri adalah sarana pendidikan moral bangsa yang sesuai. Selain bahasanya mudah dicerna, tokoh dalam dongeng dapat melambangkan sifat manusia dalam kehidupan sehari hari. Contoh tokoh Bawang Putih yang mempunyai sifat pemaaf, sabar, dan mau menolong. Di setiap akhir cerita, pendongeng memberikan apa makna dari dongeng melalui pertanyaan. Sehingga audiens akan mencari sendiri makna yang terkandung dalam dongeng. Jadi dalam mendongeng ada prinsip audiens sebagai pusat pembelajaran.

Bukti dari pendidikan dongeng mempengaruhi moral seseorang dibuktikan dengan penelitian seorang profesor yang berasal dari Amerika yang meneliti kondisi moral masyarakat di kota Napoli, Italia. Dalam penelitiannya beliau membagi masyarakat pada 2 masa. Pertama masa ketika epos dan dongeng menjadi perhatian dan kedua ketika dongeng mulai ditinggalkan. Hasilnya pada masa orang dari kecil diberi dongeng, misalnya epos, ketika dewasa menjadi orang yang mempunyai prinsip kuat serta berkarakter. Seperti jujur, bekerja keras, dan tenggang rasa. Sedangkan pada orang yang tidak diberi dongeng sejak kecil, ketika dewasa karakter dalam dirinya kurang kuat dan mudah goyah.

Realita di Indonesia

Dalam perkembangannya saat ini, banyak masyarakat mulai meninggalkan dongeng. Ketika kecil saja terutama pada usia TK, anak-anak sudak diajari hal-hal yang bersifat kognitif. Sedangkan afektif dan psikomotor cenderung di kesampingkan. Padahal pada bangku TK dan SD kemampuan afektif dan psikomotor sedang berkembang dengan pesat. Jika anak pada usia dipaksa untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hal kognitif yang terjadi adalah kemampuan afektif dan psikomotor akan mati. Sehingga pada saat dewasa akan kesulitan dalam menghadapi persaingan. Padahal aspek tersebut adalah pedoman moral pada diri seseorang. Sehingga apabila aspek psikomotor dan afektif kurang berkembang, maka yang terjadi adalah kurangnya pedoman dalam diri seseorang. Maka untuk menghindari hal tersebut mendongeng adalah cara yang efektif dalam mengembangkan moral seseorang. Jadi maukah Anda mendongeng untuk anak?

Sumber: Pengalaman Guru dan Citizen6

RD4

Memanfaatkan Kardus Bekas sebagai Tempat Baca dan Anak Menjadi Semangat

RD1

Bu Ines sedang mendongeng di Rumah Dongeng Annisa miliknya

RD2

Membaca adalah membuka jendela dunia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s